Profesi

        Indonesa kini telah memasuki era perdagangan bebas. Dalam era perdagangan bebas, akan terjadi pergerakan tenaga kerja secara bebas (free movement of people) antar negara. Saat ini dalam WTO (World Trade Organization) telah diatur 40 profesi yang akan bebas terbuka untuk semua negara. Beberapa jenis profesi dikelompokkan dalam 6 kelompok profesi yang meliputi: pengacara, akuntan, profesional services, personal computer services, tourism services, dan medicine services. Pada tahun 2020, seluruh standard profesi diharapkan sudah dapat diterapkan. Kompetisi akan terbuka di seluruh dunia.

  •   Komponen pokok yang harus diperhatikan dalam menentukan standar profesi adalah kompetensi. Kompetensi di sini mencakup :
  • Pendidikan yang berkaitan dengan profesinya.
  • Pengetahuan dan ketrampilan di bidang yang bersangkutan.
  • Working attitude (sikap kerja).
  • Kemampuan komunikasi dan sosial serta training.
  •       Institusi pemerintah di Indonesia telah mulai melakukan klasifikasi pekerjaan dalam bidang teknologi informasi ini. Klasifikasi pekerjaan ini telah diterapkan sejak 1992. Tetapi bagaimanapun juga, klasifikasi pekerjaan ini masih belum dapat mengakomodasi klasifikasi pekerjaan pada teknologi informasi. Terlebih lagi, deskripsi pekerjaan setiap klasifikasi pekerjaan masih tidak jelas dalam membedakan setiap sel pekerjaan. Beberapa perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah mempunyai klasifikasi pekerjaannya sendiri.
  • Salah satu kegiatan SEARCC adalah SRIG-PS (Special Regional Interest Group on Profesional Standardisation), yang mencoba merumuskan standardisasi pekerjaan di dalam dunia Teknologi Informasi. Untuk keperluan tersebut, pada tahun ini IPKIN terlibat dalam proses perumusan standardisasi yang akan digunakan di region ini. SRIG-PS dibentuk karena adanya kebutuhan untuk menciptakan dan menjaga standard profesional yang tinggi dalam dunia Teknologi Informasi, khususnya ketika sumber daya di region ini memiliki kontribusi yang penting bagi kebutuhan pengembangan TI secara global. SRIG-PS diharapkan memberikan hasil sebagai berikut :
  • Kode Etik.
  • Klasifikasi pekerjaan dalam bidang Teknologi Informasi.
  • Panduan metoda sertifikasi dalam TI.
  • Promosi dari program yang disusun oleh SRIG-PS di tiap negara anggota SEARCC.
  •       Pada pertemuan yang ke empat di Singapore, Mei 1994, tiga dari empat point tersebut hampir dituntaskan dan telah dipresentasikan pada SEARCC 1994 di Karachi. Dalam pelaksanaannya kegiatan SRIG-PS ini mendapat sponsor dari Center of International Co operation on Computerization (CICC). Hasil kerja tersebut dapat diperoleh di Central Academy of Information Technology (CAIT), Jepang. Pelaksanaan SRIG-PS dilakukan dalam 2 phase. Phase 1, hingga pertemuan di Karachi telah diselesaikan. Kini memasuki phase ke 2 hingga diselesaikannya panduan model SRIG-PS, phase ke 2 ini telah diselesaikan di SEARCC 97 di New Delhi. 
  • Kegiatan ini telah dimulai, dan beberapa bagian dokumen telah diterjemahkan. Bagian-bagian tersebut adalah klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan. Juga beberapa usulan dan bahasan yang berkaitan dengan permasalahan standardisasi profesi ini telah disusun. Standardisasi profesi ini akan menuju ke suatu model sertifikasi. Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk :
  • Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi.
  • Membentuk standar kerja TI yang tinggi.
  • Pengembangan profesional yang berkesinambungan.
  •       Sedangkan bagi tenaga TI profesional tersebut Sertifikasi ini merupakan pengakuan akan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji), Perencanaan karir Profesional development Meningkatkan international marketability. Ini sangat penting dalam kasus, ketika tenaga TI tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional. Perusahaan akan mengakui keahliannya apabila telah dapat menunjukkan sertifikat tersebut.

     

IPKIN (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia)
© IPKIN 2015